Kategori: Jurnal Wibu

  • Mob Psycho 100: Tidak selamanya lugu itu lemah

    Mob Psycho 100: Tidak selamanya lugu itu lemah

    Selalu terbesit dalam benak kita jika orang yang lugu itu lemah dan selalu ditindas, sedangkan dalam Mob Psycho 100 ini memberikan kita cakrawala lain tentang orang yang kita anggap lemah ternyata orang paling kuat dalam tayangan ini, namun tayangan ini mengajarkan kita jika seseorang yang lugu juga memiliki sisi negatif.

    Kekuatan Mob naik berkala seiring emosinya tak terkendali
    Kekuatan Mob berdasarkan Emosinya

    Menjadi orang yang sekedar kuat terkadang memiliki kelemahan juga. Contohnya, kecenderungan emosional yang dimiliki Araragi dari Monogatari lebih kuat dan juga dapat dikendalikan. Sedangkan Mob terkadang kesulitan mengendalikan emosinya namun biasanya tidak memiliki emosional yang menonjol. Lucunya dalam kehidupan nyata, kondisi mental atau emosional kita sangat berpengaruh terhadap keadaan kita, ambil contoh ketika kita sedang sakit akan lebih cepat sembuh ketika kita selalu ceria dan biasanya tubuh kita lebih lemah ketika sedih.

    Sekedar disclaimer jika tulisan ini bukanlah panduan Kesehatan Mental ataupun Kesehatan Fisik, harap temui Psikologis terdekat jika kamu merasa mulai menjadi Anime. Jangan lupa temui Dokter bila kamu merasa dilukai seseorang secara fisik.

    Pengaruh Kesehatan Mental & Mob Psycho 100

    Berdasarkan tabel di samping menunjukan hasil yang cukup signifikan terhadap pengaruh mental terhadap kesehatan.

    “Kesehatan mental yang dulu mempunyai pengaruh yang signifikan secara langsung maupun tidak pada kesehatan fisik (begitu pula sebaliknya), Hal ini diawali pada pilihan gaya hidup dan interaksi sosial. Hubungan antara kesehatan fisik yang dulu dengan kesehatan mental saat ini didasari aktifitas fisik sebelumnya.”

    Julius Ohrnberger, Eleonora Fichera, Matt Sutton (Page 48)

    Di sini saya tidak bermaksud merendahkan Mob atau meninggikan Araragi walaupun demikian begitu. Yang ingin saya sampaikan pada tulisan ini ialah tidak lain jika tidak semestinya kita memandang remeh terhadap seseorang, seperti Mob yang memang lebih kuat dibanding manusia pada umumnya walupun terlihat lemah. Hanya saja jika Mob dapat mengendalikan emosional dan mentalnya mungkin akan lebih kuat lagi.

    Mungkin agar tulisan ini tidak terkesan melenceng dari judulnya, mari kita bahas juga tentang Mob Psycho. Anime ini diadaptasi dari manga dengan judul yang sama, berceritakan tentang seorang pemuda yang memiliki kekuatan dari alam ghaib namun belum dapat dijelaskan oleh pesulap merah, sedangkan pemuda ini memiliki guru yang sekedar memanfaatkan dia untuk pengusiran setan dan semacamnya. Jadi intinya anime ini hanya sekedar cerita itu, yang membuatnya menarik itu character development dan karisma gurunya melampaui pemikiran kita, sedangkan komedi yang disajikan juga masih relatable dengan kita.

    Referensi:

    • The relationship between physical and mental health: A mediation analysis
      • Author: Julius Ohrnberger, Eleonora Fichera, Matt Sutton
      • Study: Social Science & Medicine
      • Published: 2017
      • Pages 42-49, Volume 195
      • ISSN: 0277-9536
      • URL: https://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S0277953617306639
  • Jurnal Wibu : Tinjauan Hukum Terhadap Fenomena Outfit Ahegao

    Jurnal Wibu : Tinjauan Hukum Terhadap Fenomena Outfit Ahegao

    Outfit atau pakaian ahegao sebenarnya sudah ada sejak lama di Indonesia, bisa dikatakan sudah ada sejak budaya mengenai animasi Jepang mulai berkembang di Indonesia.

    Belakangan ini, topik mengenai outfit ahegao yang digunakan dalam ruang publik terutama pada saat acara wibu, sedang hangat diperbincangkan. Ada yang menentang, serta ada pula yang mendukung hal tersebut. Lalu, mengapa hal ini menjadi persoalan? bukankan negara kita ini merupakan negara demokrasi? yang dimana membebaskan rakyatnya untuk berpakaian sesuka hati.

    Memang benar, pada hakikatnya negara kita merupakan negara demokrasi, namun yang perlu kita ketahui adalah demokrasi ini memiliki banyak jenis. Dimulai dari demokrasi liberal (konstitusional) yang dimana tidak memberikan batasan mengenai individu, hingga demokrasi pancasila yang dimana menanamkan nilai-nilai sosial budaya masyarakat. Ya, tentu saja negara kita menggunakan sistem demokrasi pancasila yang dimana bersumber dari nilai sosial budaya masyarakat kita.

    Kemudian, pantaskah menggunakan pakaian ahegao ditempat umum? mari kita bahas berdasarkan UU Pornografi, serta Norma Sosial.

    UU Pornografi

    Menurut pendapat saya, outfit ahegao dapat dijerat hukum. Mengapa? dalam Pasal 4 ayat 1 UU Pornografi dijelaskan mengenai larangan serta pembatasan pornografi, yang dimana terdapat kalimat “secara eksplisit” atau dapat dimaknai “secara gamblang.” Kemudian, ahegao yang terdapat pada outfit tersebut secara implisit memuat unsur pornografi.

    Pasal 4 ayat 1 UU Pornografi

    Setiap orang dilarang memproduksi, membuat, memperbanyak, menggandakan, menyebarluaskan, menyiarkan, mengimpor, mengekspor, menawarkan,
    memperjualbelikan, menyewakan, atau menyediakan pornografi yang secara eksplisit memuat:
    a. persenggamaan, termasuk persenggamaan yang menyimpang;
    b. kekerasan seksual;
    c. masturbasi atau onani;
    d. ketelanjangan atau tampilan yang mengesankan ketelanjangan;
    e. alat kelamin; atau
    f. pornografi anak.

    Norma Sosial

    Norma sosial merupakan kumpulan kebiasaan yang menjadi pedoman berperilaku dalam suatu kelompok masyarakat. Berdasarkan pengertian tersebut, dapat disimpulkan bahwa kebiasaan yang ada di Indonesia bisa jadi berbeda dengan kebiasaan yang ada di Amerika Serikat, lalu apakah menggunakan pakaian ahegao menyalahi norma sosial yang ada di Indonesia? ya, didalam norma sosial terdapat norma kesopanan, yang mengatur mengenai perikalu individu, serta norma kesusilaan yang mengatur mengenai baik maupun buruk.

    Kesimpulan

    Memang menggunakan outfit ahegao tidaklah menyalahi perundang-undangan, akan tetapi kita perlu mengetahui juga norma yang berlaku pada masyarakat setempat, apakah menyalahi norma, ataukah hal tersebut memang wajar dilakukan. Ingat, kita adalah makhluk sosial.

    Daftar Pustaka :

    Isi dari seluruh artikel ini merupakan pendapat pribadi penulis.

  • Menjadikan Hobi Sekedar Pekerjaan

    Menjadikan Hobi Sekedar Pekerjaan

    Hobi tiap orang mungkin berbeda, namun apa jadinya kalau kegemaran kita itu sekedar pekerjaan belaka? selain menjadi hiburan juga jadi cuan. Mungkin itu yang banyak orang katakan sebagi pekerjaan sesuai passion, namun pastinya ada beberapa orang yang melihatnya berbeda. Hobby as Creativity mungkin menjadi slogan yang saya sukai, pasalnya pekerjaan sesuai passion atau hobi bisa menjadi hal sulit.

    ilustrasi hobi orang menggambar di buku spiral
    Photo by Craig Adderley on Pexels.com

    Hobi orang bisa bermacam-macam, mulai dari memancing hingga menggambar dan semuanya dapat menjadi penghasilan bila dimanfaatkan dengan benar. Namun kita harus belajar secara realistis dengan kondisi sosial tempat tinggal kita, misal saya tinggal di Jakarta dengan kegemaran riding motor dan tentu saja ini bisa dilakukan namun pekerjaan legal sebagai pembalap sangat jarang ataupun melampiaskan menjadi mitra ojol juga saya rasa kurang menghasilkan dibanding pekerjaan sekarang. Di sini saya tidak bermaksud untuk merendahkan salah satu pekerjaan atau tempat tertentu, namun perlu diingat bahwa bekerja mengikuti passion kita itu juga memiliki resiko.

    Dalam sisi lain pun kita jadi pionir untuk bekerja sesuai passion, berharap makin banyak orang membutuhkan jasa seperti passion kita. Ini yang perlu kita pertimbangkan sebelum memulai pekerjaan sesuai passion. Kita perlu memahami kondisi dan kebutuhan pasar, sekiranya memungkinkan terjun pun tidak masalah. Yang perlu diingat adalah bagaimana kita bisa bekerja dan mengimbangi passion sembari menghidupi diri.

    Mari kita ambil contoh, saya tinggal di Jakarta dan gemar bermain perempuan. Sekilas tidak ada yang salah dengan passion saya. Namun kalau kita terapkan di sini akan ditentang habis oleh kelompok orang yang suka cinta kasih. Jadi itu yang saya tegaskan, untuk mengimbangi hidup dan passion sesuai batasnya. Bekerjalah secara realistis, pikirkan apa yang kita kerjakan itu menyenangkan. Jangan mengambil pekerjaan yang tidak kita suka, contoh saya bekerja sebagai pemuka agama dengan kegemaran saya tadi.

    Bekerja dan passion itu dua hal yang berbeda, namun indah bila dipadukan. Semoga kalian yang membacanya dapat memahami maksud dan tujuan saya. Jadikan hobi sekedar pekerjaan.

    Referensi

    1. https://kbbi.kemdikbud.go.id/entri/hobi
    2. https://www.merriam-webster.com/dictionary/passion
    3. https://www.idntimes.com/life/career/akmal-4/pekerjaan-sesuai-passion-c1c2
    4. https://id.theasianparent.com/bekerja-sesuai-passion
    5. https://www.gamelab.id/news/273-untung-dan-rugi-bekerja-sesuai-dengan-passion
  • Cara Amatir Menelusuri Wibu Profesional

    Cara Amatir Menelusuri Wibu Profesional

    Wibu mungkin kata yang cukup dikenal banyak orang, sejak awal era kartun jepang atau yang biasa kita kenal sebagai anime masuk ke Indonesia, banyak sebagian dari pasar hiburan kita mulai fokus akan konten yang disajikan dalam acara kartun tersebut. Sebut saja Dragon Ball dan Sailor Moon cukup membuat orang berbekas di hati, orang yang sampai tergila-gila mungkin dapat dikatakan sebagai Wibu atau setidaknya itu yang kebanyakan orang mencap mereka dan hal ini dapat berlaku pada saya dengan kecintaanku pada karakter Usagi dari Sailor Moon.

    Saya sendiri pun sebenarnya cukup heran dan penasaran akan asal usul kata wibu itu sendiri, menurut KBBI versi 3.9.1.1 tahun 2022 bulan Juni disebutkan bahwa wibu itu tidak bermakna.

    Entri wibu dalam KBBI

    Hal ini cukup memukul saya karena merasa sedikit kesulitan tanpa adanya data. Lalu saya mencoba untuk mencari sumber alternatif dengan mencoba untuk mencarinya di google dengan query wibu dan hasilnya kurang memuaskan, karena saya diberikan konten yang relevan atau setidaknya itu dalam sudut pandang saya. Japanophilia pun muncul sebagai kecintaan terhadap Jepang dari berbagai aspek seperti budaya, bahasa, dan juga sejarahnya. Setelah mencoba untuk membaca dan memahami kata tersebut dalam wikipedia, saya akhirnya menemukan referensi yang setidaknya dapat memberikan clue terkait asal muasal atau pertama kali penggunaan kata tersebut.

    Penggunaan kata wapanese pertama kali digunakan pada awal 2000 untuk menjuluki orang putih dengan obsesi terhadap Jepang. Kemudian penggunaan weeaboo atau disingkat sebagai weeb pertama kali beredar sejak 2002 yang berasal dari webcomic The Perry Bible Fellowship dengan kata tanpa arti melainkan sesuatu yang membuat kurang nyaman sebagai kata ganti atau dijadikan filter terhadap kata waponese di 4chan yang lalu secara otomatis diubah menjadi weeaboo akibat penggunaan kata wapanese yang dapat merujuk sebagai masalah rasialisme.

    Lantas kapan penggunaan kata tersebut di Indonesia sendiri? setelah saya menulusurinya di berbagai situs, namun saya belum dapat data pasti tentang penggunaan kata ini pertama kalinya di Indonesia. Namun setidaknya akhir 2014 penggunaan kata tersebut sudah mulai digunakan.

    Perjalanan riset untuk menelusuri awal penggunaan kata yang terdengar aib bagi sebagian orang untuk beberapa tahun yang lalu ini mungkin dapat menjawab semua rasa penasaran saya akannya. Namun tetap saja tidak relevan dengan judulnya yang seharusnya menceritakan cara untuk menjadi salah satunya dan tentu saja dengan cara mempelajari asal usul dan sejarahnya. Setidaknya dapat menjadikan kita salah satunya sesuai dengan apa yang dituliskan sebelumnya tentang kecintaan terhadap sejarahnya, lantas apa semua ini cara yang amatiran? menurutku ya namun mungkin bagi sebagian orang lain? ya cukup kalian isi dengan imajinasi liar! apakah semua yang diceritakan ini relevan bagi kalian? atau mungkin tidak, tapi satu yang pasti yaitu kalian membacanya sampai habis.

    Referensi:

  • Jurnal Wibu : Mengenal Budaya Blind Date yang Populer di Korea

    Jurnal Wibu : Mengenal Budaya Blind Date yang Populer di Korea

    Siapa yang masih tabu mengenai fenomena ‘blind date’ ? Tentunya 2 kata tersebut tidak asing di telinga kita, bahkan seringkali menjadi konsumsi di masyarakat luas.

    Pop culture yang satu ini bisa dibilang sangat istimewa, karena mempertemukan 2 orang atau lebih yang sebelumnya tidak terlalu mengenal satu sama lain atau bahkan mereka adalah orang asing yang benar-benar belum pernah bertemu dan saling menyapa.

    Maka dari itu disini akan saya kupas lebih lanjut mengenai blind date. Istilah blind date atau kencan buta adalah hubungan antara 2 orang atau lebih yang melakukan interaksi sosial, biasanya hal ini diatur oleh orang terdekat.

    Mungkin di Indonesia hal ini masih terbilang jarang terjadi dan tidak begitu populer, namun di Korea Selatan hal ini sangat populer dan sudah menjadi sebuah budaya turun-temurun.

    Masyarakat Korea banyak yang beranggapan bahwa blind date tidak melulu mencari pasangan dan menjalin hubungan pernikahan, melainkan hal dapat meningkatkan skill interaksi maupun sosialisasi terhadap lingkungan baru juga menambah relasi, dsb.
    Di Korea Selatan ini blind date memiliki 4 konsep unik, yaitu ;

    • Sogaeting

    Single’s blind date atau bisa disebut dengan kencan buta tunggal adalah kencan buta yang mempertemukan 2 orang asing. Mereka dipertemukan oleh rekan nya di ruang publik, seperti coffree shop, dsb.

    Rekan dari kedua belah pihak yang telah mengatur kencan buta ini biasanya mampir sebentar untuk mencairkan suasana, jika suasana sudah terlihat membaik maka rekannya ini akan meninggalkan mereka berdua agar mereka lebih dapat berbincang secara intim. Rekan nya hanya membantu sampai sini, dan kedepannya tergantung mereka berdua.

    • Meeting

    Salah satu konsep blind date yang digemari anak remaja usia SMA atau bahkan orang dewasa adalah meeting. Hal ini bekerja sangat baik untuk seseorang yang memiliki kepribadian introvert atau yang canggung untuk memulai obrolan berdua.

    Konsep meeting ini dilakukan secara berkelompok sehingga suasananya lumayan cepat mencair. Hal ini biasanya dimulai dari perkenalan diri satu persatu dan memulai obrolan ringan seperti kesukaan, kebiasaan, dsb hingga tiap pribadi di kelompok merasa cocok dengan kelompok lain dan mereka mengobrol lebih dalam.

    • Matsun

    Dari kedua konsep kencan buta yang saya jelaskan di atas yang ink agak sedikit berbeda. Kenapa? Karena konsep blind date satu ini cukup serius yang artinya mungkin jika cocok dapat dilanjutkan ke jenjang berikutnya seperti pernikahan.

    Pihak yang merencakan pertemuan ini biasanya adalah pihak yang lebih tua di keluarga, seperti ; bibi, paman, kakek, dsb. Hal ini mereka lakukan karena khawatir terhadap anak, cucu, atau keponakannya yang belum memiliki calon di usia nya yang telah matang. Tentunya konsep ini tidak asal-asalan karena pihak yang merencanakan pertemuan ini sangat teliti mengenai latar belakang keluarga, pendidikan, kepribadian dan hal-hal lain dari orang tersebut.

    • Bungaeting

    Konsep terakhir blind date kali ini adalah bungaeting atau bisa di sebut dengan kencan online yang kemudian kedua belah pihak memutuskan untuk bertemu di dunia nyata.

    Blind date ini berawal dari sebuah aplikasi dating, jika di Indonesia seperti tinder, date app, dsb. Cara kerjanya ini biasanya dalam data pribadi kita bisa mencantumkan apa yang kita suka, dari situlah kita dapat berbincang dengan orang yang se frekuensi dengan kita.

    Blind date ini disisi lain menguntungkan karena dapat menanbah relasi, namun disisi lain banyak terjadi kasus penipuan online. Jadi kita harus selaku berhati-hati dan mawas diri.

  • Monogatari Series: Cerita epik di tayangan absurd

    Monogatari Series: Cerita epik di tayangan absurd

    Pernahkah mendengar judul itu? ya mungkin di sebagian orang judul ini hampir tidak terdengar lagi. Dapat dibilang monogatari ini anime lawas dan ditambah penyajiannya mungkin terkesan absurd karena hampir seluruh scene yang ditampilkan kadang hanya memberikan gambar orang di dunia nyata atau mungkin sekedar tulisan. Entah alokasi dana bagi anime ini kurang atau bagaimana namun yang jelas berdasarkan opini pribadi saya mengenai art seperti ini tidaklah murah.

    Art anime pada kebanyakan bergantung pada animator sedangkan di tayangan ini berisikan banyak visual lain yang harus menggantungkannya pada art director. Terlepas dari artnya yang terkesan absurd bagi sebagian orang, saya pribadi justru sangat menyukai betapa beraninya mereka menyajikan sebuah konten menjadi seperti ini, hal tersebut sangat sulit akrab bagi mata banyak orang.

    Oshino Shinobu Monogatari
    (Gambar/Fandom) Ilustrasi Wajah Shinobu Oshino

    Monogatari ini menceritakan seseorang yang menjadi vampir setelah menyelamatkan vampir yang juga seorang mantan manusia bernama Kiss-Shot Acerola-Orion Heart-Under-Blade yang berubah menjadi loli imut.

    Alur Cerita Monogatari

    Sekilas serial ini ceritanya mirip dengan Seishun Buta Yarou yang membedakan jika dia hanya tiruan yang lebih wajar ditonton dan tidak mengandung adegan kekerasan seperti di Monogatari Series ini, serial Seishun Buta Yarou lebih cenderung ke kehidupan romantis dan bergenre sci-fi.

    (Gambar/MyAnimeList) Loli Pemanis dalam Cerita

    Anime Monogatari Series ini dapat dibilang sangat menarik, namun mungkin tidak semua orang bisa menikmatinya hanya karena art yang dimiliki mereka ini tidak umum. Selain itu, tanggal perilisan anime juga tidak sesuai dengan kronologis di cerita tersebut. Perlu diingat jika cerita yang disampaikan juga cukup berat untuk langsung dicerna.

    Saya sendiri awalnya menghindari anime ini karena melihat cuplikannya saja sudah sangat absurd namun setelah mencoba memberanikan diri, baru terasa jika ada sesuatu yang tidak ada di anime lain.

    Jika anda penikmat genre laga, horror, romansa, komedi, vampir, misteri, supernatural. Mungkin anda dapat mulai menonton sekarang. Anime ini juga membawa beberapa seiyuu top juga seperti Yui Horie, Kamiya Hiroshi, Katou Emiri, Sakamoto Maaya, Hanakana, Hayami Saori, dan beberapa pengisi suara papan atas lainnya.

  • Jurnal Wibu : Tinjauan Hukum Terhadap Fenomena Rental Kanojo

    Jurnal Wibu : Tinjauan Hukum Terhadap Fenomena Rental Kanojo

    Dewasa ini, fenomena rental kanojo atau rental pacar sedang populer dikalangan anak muda, hal ini tidak lepas dari populernya seri anime Kanojo, Okarishimasu.
    Anime Kanojo, Okarishimasu sendiri menceritakan mengenai Kazuya Kinoshita yang sedang patah hati setelah putus dari pacarnya yang bernama Mami Nanami, kemudian mencoba menenangkan diri dengan menyewa seorang pacar melalui aplikasi seluler. Dari sinilah Kazuya berkenalan dengan Chizuru Mizuhara.

    Pada Jurnal Wibu kali ini, akan dijelaskan mengenai legalitas melakukan kegiatan rental pacar di Indonesia, serta kendala yang mungkin saja akan dihadapi oleh pelaku maupun agensi rental pacar.

    fenomena rental kanojo yang saat ini sedang populer

    • Dasar Hukum

    Perlu diketahu bahwa belum ada dasar hukum mengenai sewa menyewa pacar, didalam Pasal 1548 KUHPerdata disebutkan bahwa pengertian sewa menyewa adalah, suatu persetujuan dengan mana pihak yang satu mengikatkan diri untuk memberikan kenikmatan suatu barang kepada pihak yang lain selama waktu tertentu, dengan pembayaran suatu harga yang disanggupi oleh pihak tersebut terakhir itu. Orang dapat menyewakan pelbagai jenis barang, baik yang tetap maupun yang bergerak.

    Dalam pasal tersebut dijelaskan bahwa yang dapat disewakan adalah barang, baik yang tidak bergerak maupun yang bergerak.

    • Entertainment Agency adalah Solusi

    Entertainment agency adalah jenis perusahaan yang bekerja di bidang hiburan. Umumnya entertainment agency berisikan penari, model, musisi, atau lainnya yang ada di dunia hiburan. Tugas utama agency yaitu sebagai perantara antara satu pihak dengan pihak lainnya.

    writing

    • Pentingnya Kontrak

    Kontrak dalam hal ini sangat diperlukan guna menjamin serta melindungi kanojo (pihak kedua) dari hal-hal yang tidak diinginkan yang mungkin saja dilakukan oleh klien (pihak ketiga). Disini agensi (pihak pertama) berperan sebagai pelindung, serta perantara pihak kedua dengan pihak ketiga, seharusnya pihak pertama dapat melakukan investigasi terlebih dahulu kepada pihak ketiga, serta pihak kedua berhak menolak apabila dirasa pihak ketiga menyalahi aturan yang telah ditetapkan.

    Didalam Pasal 1320 KUHPerdata, dijelaskan mengenai syarat sahnya persetujuan yang meliputi :
    1. kesepakatan mereka yang mengikatkan dirinya;
    2. kecakapan untuk membuat suatu perikatan;
    3. suatu pokok persoalan tertentu;
    4. suatu sebab yang tidak terlarang

    • Kendala atau Masalah yang Mungkin akan Dihadapi

    Privasi kanojo serta klien haruslah dijaga oleh agensi, hal ini berdasarkan Pasal 1 Angka 1 Nomor 20 Tahun 2016 tentang Perlindungan Data Pribadi dalam Sistem Elektronik (“Permenkominfo 20/2016”) serta Undang-Undang nomor 19 tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (“UU ITE”).

    Kemungkinan untuk terjadinya kekerasan seksual sangatlah tinggi. Maka agensi perlu memberikan pencegahan atas hal tersebut kepada kanojo, entah memasang GPS di ponsel kanojo atau mengawasi secara langsung, dan tentunya hal ini harus sudah diatur di dalam kontrak antara agensi dengan kanojo, dan kanojo dengan klien. Apabila hal tersebut telah terjadi, kanojo dan agensi dapat melaporkan kejadian tersebut kepada pihak berwenang, yang kemudian klien dapat dikenakan pasal 289 KUHP.

     

    Seluruh artikel ini merupakan pendapat pribadi serta berdasarkan riset yang dilakukan oleh penulis.

    Referensi :

    Tinjauan Yuridis Terhadap Perjanjian Pacar Sewaan

    SEWA MENYEWA SEBAGAI BENTUK PERIKATAN

    Ingin Bekerja di Agency? Ketahui Dulu Seluk-beluknya Berikut Ini!

    KETERKAITAN ANTARA DATA PRIBADI DAN HAK PRIVASI DALAM PERLINDUNGAN HUKUM

  • Jurnal Wibu : Hachiman itu Gue Banget!

    Jurnal Wibu : Hachiman itu Gue Banget!

    “Kerja keras tidak mengkhianati siapapun, tetapi impianlah yang mengkhianati banyak orang. Dengan bekerja keras sendiri tidak meyakinkan bahwa Kau akan dapat mencapai impian yang Kau dambakan. Sebenarnya, ada lebih banyak kasus di mana itu bergerak diluar keinginan. Meski begitu, bekerja keras pada sesuatu adalah cara untuk menghibur diri.”

    Aku ingin membahas tentang Hachiman Hikigaya disini. Tentu saja secara garis besar, Kalian tahu siapa orang ini. Jika tidak, Hachiman sendiri memiliki gelar sebagai karakter “Gue banget” dikalangan para wiboku (wibu/otaku) yang dimana kalimat tersebut merepsentasikan sifat dari para audience yang memiliki pengalaman hidup atau sifat layaknya Hachiman.

    Tentu saja penilaian ini hanyalah pendapat personal namun Aku akan menyampaikannya dengan sehalus dan seobjektif mungkin, dan ini merupakan waktu yang tepat mungkin? Karena season 3 dari anime ini sedang ongoing, dan Hachiman sempat menjadi salah satu top mc didalam upvoted pada suatu forum.

    Pengenalan.

    Hachiman Hikigaya (比企谷 八幡) adalah protagonis utama dari series Yahari Ore no Seishun Love Come wa Machigatteiru atau disingkat menjadi Oregairu. Hachiman adalah murid kelas-2, didalam SMA Sobu tepatnya dikelas 2-F dan bergabung didalam klub ekstrakurikuler yang bernama ‘Klub Relawan’. Apa itu klub relawan? Singkatnya itu adalah sebuah klub dimana anggota disana bertugas membantu permasalahan personal dari suatu individu ataupun kelompok yang menyangkut permasalahan sosial, keahlian, cinta, dan sebagainya yang berhubungan dengan hal yang bertugas membantu mengatasi permasalahan.

    Hachiman memiliki sikap sebagai seorang yang sinis, tabah, dan penyendiri. Dia melakukan berbagai hal sendiri dan tidak pernah bergantung pada siapa pun (selain Komachi karena Dia adalah adiknya). Karena ia tidak suka mengandalkan orang lain, ia memiliki sisi kesombongan yang tidak biasa. Hachiman menolak untuk menerima apa pun yang ia anggap rasa empati, kasihan, dan simpati.

    Daya Tarik.

    Sebagai karakter yang digadang sebagai repsentasi audience yang mengikutinya, tentu saja Hachiman tidak begitu saja dianggap seperti itu. Melainkan terdapat daya tarik pada karakternya. Seperti yang dikatakan diatas Hachiman adalah protagonis utama dari cerita, sekali lagi mengenai sifatnya Ia adalah seorang anak lelaki yang terisolasi dan tidak memiliki teman yang pragmatis terhadap suatu kesalahan. Ciri yang paling menonjol adalah “mata ikan mati” yang dimilikinya. Dia sangat percaya bahwa “masa para pemuda” hanyalah ilusi yang diciptakan oleh orang-orang munafik, untuk orang-orang munafik, yang lahir dari abu kegagalan masa lalu. Dalam keadaan korupsi yang nyata ini, ia dipaksa bergabung dengan Klub Relawan oleh penasihat masa depannya yaitu Bu Hiratsuka dengan harapan bahwa dengan membukanya Dia didalam sudut pandang dunia baru maka akan mengubah kepribadiannya, dan pada akhirnya menjadikannya “orang yang lebih baik.” Dia disebut “Hikki” dengan penuh kasih sayang oleh Yui.

    Hachiman memiliki gaya humor yang merendahkan diri, sarkastik, dan suka mengamati. Orang yang mengenalnya dan mengerti cara berpikirnya bisa memaklumi, namun sementara itu bagi orang lain mungkin akan merasa kasihan padanya. Orang lain sering merasa tidak nyaman dengan gaya humornya. Meskipun demikian, Hachiman dapat bertindak sangat humoris, seperti terkadang Dia mengklaim bahwa Dia memiliki wajah yang baik, atau bahwa dia adalah orang yang baik karena tidak mencari balas dendam kepada para pengganggu, dan bahwa Dia nanti dimasa-depan akan menjadi suami yang di-idamkan oleh para wanita.

    Dia juga mengklaim bahwa dia mendapat “poin tinggi” dalam buku saudara perempuannya untuk pujiannya. Hachiman dengan tegas percaya bahwa tidak ada hal baik yang terjadi padanya, dan memaksakan dirinya untuk tidak mengharapkan sesuatu kepada hal yang tidak ada atau hal yang sekiranya mustahil. Dia membuat orang lain membencinya sebagai cara untuk menjaga jarak dari orang lain sehingga dia tidak akan kecewa atau terluka oleh ‘akting dangkal’ Mereka.

    Hachiman tidak suka akting dangkal hanya untuk berbaur. Hachiman tidak menyukai masa para pemuda yang sering menjadi alasan untuk menikmati masa-muda jangka pendek dan kadang mengabaikan masa-dewasa yang menentukan hidup dan percaya bahwa masa para pemuda itu hanyalah ilusi yang diciptakan oleh orang-orang munafik. Dia sebagian besar berorientasi pada hasil sehingga dia tidak terganggu oleh proses apa pun jika itu memberikan hasil yang diinginkan.

    Namun, hal ini sering kali harus dibayar dengan menimbulkan rasa sakit pada dirinya sendiri dan seringkali orang lain dalam prosesnya. Gurunya Hiratsuka menunjukkan bahwa niatnya untuk membantu orang lain bukanlah alasan yang baik baginya untuk melukai dirinya sendiri, karena bahkan jika ia terbiasa dengan rasa sakit, ada orang yang akan merasa sakit ketika melihatnya terluka. Dia juga menambahkan bahwa jika Dia tetap pada jalannya, Dia tidak akan bisa menyelamatkan orang yang paling ingin dia selamatkan.

    Meskipun Hachiman tidak menyukai metodenya sendiri dalam melakukan sesuatu, ia memiliki kebanggaan dalam pekerjaannya, dan tidak akan membiarkan siapa pun menyebutnya pengorbanan diri. Kemudian dalam seri, Hachiman menyadari bahwa ia menjustifikasi perilakunya selama ini yang rela berkorban dan bersifat naif, Dia bersumpah untuk berubah sedikit demi sedikit.

    Dia memberikan pesan kepada anggota klub bahwa Dia akan melakukan sesuatu tentang sikapnya dan dalam penampilan yang agak langka, yaitu dimana Dia menunjukkan sisi emosional dirinya yaitu Dia berada di ambang air mata atau menangis sendu ketika dia menyatakan pada Yui dan Yukino bahwa dia menginginkan “sesuatu” yang “asli” dan bersifat “tulus” dibanding kata-kata yang mengandung omong-kosong seperti pertemanan, persahabatan, kebaikan, keadilan, dan sebagainya.

    Hachiman juga merupakan korban intimidasi verbal dan psikologis yang menyebabkannya tetap sendirian dan hal itu mengembangkan sikap menghindar dan pesimisnya. Namun, ia menolak untuk berubah, karena ia percaya bahwa mengubah berarti “kalah” dan menyerah pada tekanan dunia yang ada di sekitarnya. Namun, pada satu titik ia ingin melupakan pengalaman traumatis masa lalunya dan ingin mengatur ulang hidupnya dengan bergabung dengan SMA Sobu, sehingga Dia bisa menghindari siapa pun dari sekolah menengahnya.

    Rencananya tidak berhasil karena ia gagal mengubah kepribadian penghindarnya dan pesimisnya. Dia menganggap dirinya sebagai penghalang bagi orang lain dan menghindari kebersamaan dengan mereka. Hachiman percaya bahwa dia tidak penting dan dengan demikian Dia bersedia menjadi kambing hitam, tidak peduli seberapa penting situasinya bagi dia, untuk melindungi semua orang dan membuat mereka bahagia.

    Dia menolak semua undangan dan menghindari terlibat dalam semua kegiatan sosial sebagai refleks pertama seorang penyendiri. Hachiman berasumsi dan khawatir bahwa pasti ada motif tersembunyi untuk setiap undangan yang diterimanya karena pengalamannya diintimidasi di masa lalu.

    Jadi, dimana alasan kenapa Hachiman disebut sebagai karakter “Gue Banget”? Dan mengapa?

    1. Filosofi Hachiman yang menginspirasi.

    Seperti yang diketahui diatas, Hachiman memiliki kepercayaan yang cukup tajam pada lingkungan sekitatnya, dan filosofi yang dilontarkan-nya itu dapat membuat seseorang tergerak. Seperti perkataanya dibawah ini yang sangat bersifat kritis dan masuk akal:

    “Mengubah diri sendiri sama saja dengan melarikan diri. Kenapa kau tidak coba menerima dirimu sendiri?” 

    2. Sifat Hachiman yang dingin namun peduli.

    Jujur saja pada bagian ini Hachiman sangat menggambarkan diriku, Dia bersifat ignoran dan tak peduli kepada lingkungan sekitarnya malah ironisnya Hachiman adalah seseorang yang menjaga keseimbangan lingkungan sosialnya itu, kalimat yang diucapkan Hachiman meski terkesan jahat Dia sanggup mengkritik kekurangan orang lain bagai tamparan yang keras sehingga orang itu tersadar, Hachiman tidak ragu untuk menyatakan kebenaran meski pahit.

    3. Sikap penyendiri.

    Tentu saja ini juga termasuk sebagai alasan kenapa Hachiman bisa dianggap sebagai karakter “Gue banget”, sikap penyendiri dari Hachiman membangun karakter yang kuat, yang bersifat pesimis namun disaat yang sama juga realistis. Dengan menjadi seseorang yang tak gampang percaya akan lingkungan sekitarnya, dan harus berpikir 2× untuk melakukan suatu hal, disaat yang sama karakter dari Hachiman membangun sebuah kepribadian untuk bersikap mandiri dibanding bergantung kepada orang lain. Hal ini sendiri membuat karakter dari Hachiman semakin digemari karena Dia realistis, pesimis, kritis, dan mandiri.

    4. Seseorang yang sederhana dan totalitas.

    Hachiman tidak mendambakan hal yang mewah ataupun hal-hal lain yang menurut kebanyakan menyenangkan, Hachiman pribadi lebih menyukai kebiasaan sederhana yang membosankan. Dan ketika bertindak didalam suatu masalah sebagai seseorang yang terlibat didalamnya, Hachiman tidak peduli meski dirinya menjadi korban Dia bertindak supaya keseimbangan bisa terjadi. Banyak sekali adegan yang menunjukkan totalitas dari Hachiman, dan ini juga tepat menggambarkan sebagaimana remaja kebanyakan.

    5. Menggambarkan sifat minoritas dari remaja zaman sekarang.

    Ini adalah alasan utama mengapa Hachiman bisa dianggap sebagai tokoh yang menggambarkan para audience, Hachiman yang penyendiri, pesimis, realistis, seseorang yang terbully secara verbal dan psikologis, mandiri, kritis, menggambarkan depresi sebenarnya yang dirasakan oleh sebagai anak muda seperti diriku. Karakter dari Hachiman bertindak layaknya sebuah cermin, yang menggambarkan bagaimana kekurangan remaja yang menonton-nya dalam lingkungan sosial yang ada.

    Penilaian Karakter.

    Tentu saja setelah membaca seluruh point diatas tentang karakteristik dari Hachiman Hikigaya, Kalian bisa menyimpulkan alasan kenapa Dia dianggap sebagai karakter yang merepsentasikan kebanyakan audience terutama untuk para lelaki. Seperti yang dikatakannya Hachiman benar adalah seorang lelaki yang pesimis namun juga realistis, terlihat didalam beberapa kejadian diatas pemikiran pesimisnya juga disertai anggapan logis yang realistis. Dia mengakumulasikan suatu kejadian tanpa memandang sebelah mata, dan Hachiman sendiri memiliki karakter yang biasanya akan ditiru oleh sebagian anak remaja karena ketajaman yang dimiliki olehnya, dan dari sini secara personal Aku mulai paham kenapa Dia disebut sebagai karakter “Gue banget”.

    Sumber : Noah de’Firma