Kategori: Anime

  • Protocol Rain: Hujan tapi bukan di langit

    Protocol Rain: Hujan tapi bukan di langit

    Menurut kalian, anime apa yang relate dengan kehidupan kita hari ini? mungkin kalian banyak menyebutkan judul anime yang pernah kalian tonton. Tapi kalian mungkin belum pernah nonton anime yang menceritakan game secara spesifik sebagai pemain esport professional. Review anime yang sebelumnya aku sudah tinggalin di MyAnimeList juga akan dijelasin lebih detail di sini.

    Aku bakal ceritain anime yang mungkin underrated. Eksistensinya di MAL sendiri ratingnya cuma dapet 6, mungkin emang karena visualnya ampas. Kalian belom pernah nonton anime yang main game yang mirip dan mungkin terinspirasi dari Valorant keluarannya Riot Games, tapi grafiknya kayak main game demo dari Unity yang diremix pake asset gratisan dan didevelop satu hari.

    scene game di dalam anime

    Bertahun-tahun aku share review anime pun baru pertama kali nemu anime dengan visual seampas ini setelah anime yang nyeritain loli jadi tuhan. Tapi mungkin kekuatan di anime ini itu bukan dari visualnya, tapi emang dari plotnya yang ga pasaran, atau kayaknya yang gak klise aja. Ya di sini ada cowok culun yang direbutin dua cewek? itu sih uda biasa banget. Temennya yang selalu berlagak paling keren tapi minta bantuan ke MC terus? gila setiap anime pasti ada itu.

    Terus apa yang dijual sama anime ini? Fun fact nya yang jadi VA si Shun ternyata suami si Hana Kanazawa dan Heroine nya itu juga yang pernah ngisi Aqua. Tapi apakah semua itu penting dan menjadi nilai jualnya? TENTU SAJA BUKAN!

    Ceritanya yang diberikan ini mungkin emang segmented tapi bener gokil karena buatku pribadi ini relate banget. Dia ngingetin aku dengan awal aku berkarir, apakah karenaku sangat overpowered saat bekerja? tentu saja bukan, melainkan mereka ngasih tahu betapa lemahnya mereka di hadapan realita, padahal di circle mereka sendiri terlihat paling jago dan sangat kuat.

    Then? sebagian besar dari kalian mungkin belum merasakan character development yang signifikan karena kalian pemalas. Tapi anime ini berbeda, mereka berusaha sekuat tenaga dan juga pasrah namun tetap mencari kekuatan yang lebih besar.

    Ini bukan kayak SAO yang fokus ke aksinya, tapi di sini menceritakan sisi pengorbanan dalam strateginya. Menurutku itu gokil banget, belom pernah aku nemu anime kayak gini.

    Kalian gabakal dapet sama cerita yang bakal mengubah hidup menjadi pribadi yang lebih baik, kalian cuma perlu hiburan untuk merenungi diri dengan menonton anime ini.

    Review Anime

    Visual: 4 (aku benci scene dalam gamenya)
    Music: 5 (aku benci opening dan endingnya)
    Story: 8 (aku cinta banget sama plotnya yang bikin aku relate)
    Character Development: 9 (kalau ditanya anime apa yang developmentnya terasa? aku akan menjawabnya ini)
  • Mencoba Sok Meriview One Piece Film Red

    Mencoba Sok Meriview One Piece Film Red

    Sebuah ulasan tentang One Piece Film Red dari seorang amatir

    Jadi gini, Kita mulai dari garis besarnya aja ya. Spoiler alert btw. Cerita pada One Piece Film Red berpusat pada seorang gadis bernama Uta, doi adalah seorang idol nomor 1 di dunia One Piece. Hampir setiap orang mengagumi suara dan lagu-lagu yang dinyanyikan oleh Uta. Bahkan Brook yang juga merupakan musisi papan atas di dunia One Piece, menyebutkan kalau lagu karya Uta seperti berasal dari dunia yang berbeda. saking bagusnya. Hal menariknya adalah Uta adalah teman kecil Luffy, dan lagi doi adalah anak perempuan dari Akagami Shanks.

    Konflik utamanya sendiri ada di Uta yang menjebak 70% populasi dunia kedalam genjutsunya. itu terjadi karena dia percaya kalau dunia nyata membuat banyak orang menderita. Karena itu dia membuat dunia dimana tidak ada penderitaan, segala keinginan dapat terkabul, dan paling penting tidak ada Bajak laut.

    Dalam hal plot, Kami gak ada komplain apa-apa, walaupun plotnya lumayan mainstream tapi pembawaannya masih enjoy buat diikuti. Sepanjang cerita Kita juga dikasih tau alasan pribadi yang bikin Uta bertekad membuat dunia yang ideal. Dari masa lalu yang cukup kelam, ditinggal orang yang dia sangat percaya, dan akhirnya terkurung selama 10 tahun di pulau yang isinya cuma 2 orang. Mana sama om-om lagi.

    Karena Uta pada dasarnya adalah Idol, dan cerita ini punya fokus utam tentang doi. Persiapkan diri kalian untuk dengerin sekitar 8 lagu di sepanjang film. Dari sekitar 8 lagu itu semuanya bagus. Ini pendapat pribadi Kami sih, tapi bisa dijamin kalau ke-8 lagu itu bikin kaki goyang selama film.

    Hal lain yang menarik dari One Piece Film Red adalah peran Coby di film ini sangat besar. Kami pribadi pada awalnya tydak terlalu menganggap keberadaan Coby di film ini. Tapi diluar dugaan keberadaan Coby disini jauh lebih penting dari keberadaan kru SHP sekalipun. Dari mulai menyusun rencana keluar dari genjutsu, membebaskan kru SHP dari perangkap, bahkan Doi jadi penyusun formasi tempur di battle terakhir. MVP sih doi.

    Di film ini juga. pada akhirnya Kita bisa menyaksikan aksi dari para “utama” kru Akagami. Kayaknya ini pertempuran perdana mereka mau di manga maupun format anime. Kemunculan kru akagami bahkan bisa dibilang jadi daya tarik utama dari film red itu sendiri. Cuma menurut Kami penampilan mereka kurang seru. Mungkin karena mereka dihadapkan sama banyak masyarakat biasa, yang membuat pergerakan mereka terbatas. Apalagi posisi mereka sebagai pelindung korban dari rencana genosida dari angkatan laut. Cukup kecewa sih. Kemunculan mereka juga kurang epic. Maksud Kami, mereka daya tarik utama dari film in, tapi aksi pertama mereka di film malah kurang epic.

    Film ini kekurangan epic moment. Maksud Kami, kru SHP bahkan tydak menggunakan kekuatan maksimal mereka. Jinbe sudah dikru jadi Kami berasumsi timeline diambil adalah setelah Wano. Jadi, Kami agak kecewa seperti skill kayak Enma full power plus haoshoku zoro gak muncul. Ifrit jambe atau api biru sanji pun tidak muncul. Bahkan kemunculan Luffy gears 5 yang menurut Kami bakal jadi titik pecahnya penonton, munculnya malah tipis banget. Kami bahkan tidak sadar kalo doi ganti form dari snake man ke gears 5.

    Tapi kurang bukan berarti tidak ada. Gua gak inget semuanya tapi salah satu epic moment adalah saat Usoop connect sama Yasoop lewat kenbun haki. Walau Gua agak mempertanyakan gimana caranya Usoop ngenalin haki bapaknya, tapi ya udahlah ya. Moment lain adalah saat Shanks ngangkat Gryphone yang membara.

    Tapi memang pada dasarnya film ini bukan bertemakan gelud brutal seperti film One Piece kebanyakan. Ini lebih ke psikologi, tentang rasa frustasi Uta. Bingungnya Luffy, dan penuh misterinya Akagami Shanks.

    Moment dimana akainu memutuskan genosida para korban hampir gak beralasan. Maksud Kami, genosida itu hampir tidak berdasar. Bahkan kalaupun semua penonton tewas tidak akan ada pengaruhnya sama powernya Uta. Hampir 70% populasi dunia terjebak genjutsu, dan hanya tidurnya Uta jalan keluarnya. Kenapa Om Akainu bisa kepikiran kalo ngehabisin semua penonton konser Uta bisa jadi solusi? Bahkan pecahnya, Fujitora bisa sepakat sama rencana itu. Kalau Kizaru ya gak usah dipertanyakan lah ya.

    Satu-satunya alasan yang Kami pikirin adalah akainu berusaha untuk ngasih tekanan psikologi ke Uta. Kayak “kalo genjutsunya gak dilepas mereka bakal dibunuh, dan itu semua karena Lo” cukup cocok sama karakternya Akainu. Alasan lain kenapa ini terjadi adalah karena untuk membangun image baik krunya Akagami. Karena sebelumnya mereka keliatan kayak penghianat, mungkin Om Oda pakai cara ini untuk ngebalikin citra baik dari kru Akagami. Ntahlah.

    Dan yang paling epic dari segala-galanya adalah, Kru bajak laut pada kemane? Law cuma berdua sama Bepo, Bartolomeo sendirian, kru Shanks yang dibawa pas ngubur Shirohige kemana? Sepi banget. Namun, diluar itu semua One piece film red masihlah sebuah film yang seru untuk ditonton. Punya banyak lagu yang bagus, dan lain-lain. Sisanya silahkan tonton sendiri. Sekian

  • Suzume no Tojimari: Troublemaker Hero

    Suzume no Tojimari: Troublemaker Hero

    Oke guys, di bulan maret yang ceria ini kita kedatangan anime movie terbaru yang menurut saya pribadi sih gokil, kalau kalian suka adventure yang menegangkan sih bakal cocok banget. Suzume no Tojimari, petualangan mistis yang mungkin sekilas mirip Kimi no na wa formatnya, tapi yang membedakan di sini kita dapet feel yang berbeda.

    Sebenarnya ada beberapa yang ingin saya bahas terkait isi ceritanya, tapi di sini kita coba mengurangi spoiler, ya yang jelas sih ini campuran antara Doraemon & Howl’s Moving Castle versinya si Shinkai. Mungkin untuk pembahasan lebih dalam terkait ceritanya akan kita bahas di lain kali aja, kita sekarang fokus untuk review anime ini.

    Karya Makoto Shinkai ini sih gokil parah, setelah yang terakhir Tenki no Ko kita kembali nemuin karya dia yang gak kalah keren, selain grafiknya yang kece abis apalagi ditambah music yang ngiringin kita terlarut dalam cerita dan juga ceritanya yang deep banget. Character developmentnya juga ga biasa yang bikin anime ini wow banget, secara subjektif anime ini lebih keren dari Tenki no Ko yang terkesan naif sedangkan di sini semua karakter punya ceritanya masing-masing. Theme song yang dibawain oleh Radwimps juga keren banget, kalian juga bakal nemuin lagu citypop yang diputar di dalam anime ini.

    Plot

    Source: Tim Produksi Suzume

    Awalnya sih Suzume yang lagi berangkat sekolah malah ketemu lelaki misterius yang nanyain tentang keberadaan sebuah pintu di reruntuhan, si heroine cuma tau reruntuhan di deket situ sih jadi dia nunjuk tempatnya aja. Heroine yang lanjut berangkat ke sekolah malah muter balik gegara penasaran sama si lelaki ini dan akhirnya nemuin pintu lapuk yang ada di reruntuhan yang dibukanya, setelah itu banyak bencana alam yang terjadi di seluruh Jepang.

    Bencana cuma bisa dihentikan dengan menutup semua pintunya yang terbuka itu, hanya ada langit malam yang dihiasi bintang dan matahari yang hampir tenggelam, lalu petualangan untuk nutupin pintu pun dimulai, so buat kalian para perempuan jangan asal ngikutin lelaki misterius.

    Worthiness Suzume

    Jadi buat kalian yang suka Adventure, sedikit Romance, tahayul, paradox, ingin tersentuh dengan broken home family that’s finally reunited. Jadi target marketing anime ini kalian banget, tapi kalau kalian ga suka cerita yang berat sih mendingan jangan nonton deh.

  • Tenki no ko: Pawang hujan dari Kota

    Tenki no ko: Pawang hujan dari Kota

    Tenki no Ko, anime yang disutradarai dan ditulis oleh Makoto Shinkai, berformat movie yang menurut saya pribadi sih cukup dinikmati lah. Satu hal yang bikin saya kurang bergairah yaitu MC bersama heroine nya yang naif, ya mungkin ini cuman pandangan subjektif saja, kalau pandangan pribadi sih heroine-nya sendiri cukup cantik kok. Ceritanya yang seharusnya gampang dimengerti oleh kebanyakan orang bisa jadi nilai plus dan sekaligus ini jadi penilaian objektif saya, secara grafis sih gokil dan studionya keren udah bikin banyak detil yang mungkin menurut sebagian orang ya gitu doang tapi buat saya ini gokil sih, gak heran kalau dia dapet penghargaan.

    Hodaka Morishima dari Tenki no Ko
    (Gambar/Reddit)

    Anime ini menceritakan tentang Hodaka Morishima, siswa SMA yang kabur dari rumahnya dan merantau ke Tokyo, yang sedang mengalami hujan tiada henti. Hodaka kemudian bertemu dengan Hina Amano, yatim piatu yang berjuang untuk mencari pekerjaan untuk menghidupi ia beserta adiknya. Hodaka kemudian menyelamatkan Hina dari orang-orang jahat, dan menyarankan Hina untuk jadi “Pawang Hujan” saingannya si mbak Rara – percaya ga percaya sih dia jadi seseorang yang dapat menghentikan hujan ketika orang lain membutuhkannya.

    Film ini sangat populer di Jepang, dengan lebih dari 1.1 juta tiket yang terjual dan menghasilkan 1,6 miliar yen (sekitar IDR 184,6 milyar) dalam tiga hari pertamanya di lebih dari 350 bioskop. Film ini juga meraih posisi pertama di minggu pembukaannya dan pada 2019 merupakan film domestik dengan pendapatan tertinggi ke-7 di Jepang.

    Plot

    Kita di sini ga ngomongin plot armor, tapi satu yang jelas pasti banyak yang menurut saya pribadi menarik dalam segi pengembangan karakternya, karena menurut saya kalau alur ceritanya sendiri mungkin simpel karena si MC dari desa merantau ke kota, lalu ketemu dengan si mbak heroine yang kebetulan pegawai McD yang berakhir tragis cuman karena si heroine kasian dengan MC akhirnya dikasi makanan entah itu mungkin PaNas 2 secara gratis tapi ga inget juga sih apa yang dikasih dan lalu akhirnya heroine dipecat (ini semua karena MC bajingan emang). Tapi guys, terlepas dari apapun yang ada di anime ini tuh akhirnya bakal jadi story development, masi jadi satu misteri kenapa ada om-om yang nolongin si MC & Heroine cuman karena om percaya tahayul, selebihnya mungkin kalian bisa tonton sendiri ya biar ngehindarin spoiler aja.

    Tapi lagipula ya ges ya, Tenki no Ko ini jadi film Jepang yang dipilih sebagai kategori Terbaik untuk Film Internasional di Academy Awards ke-92. Ini juga merupakan anime pertama yang dipilih oleh Jepang sejak Mononoke Hime pada tahun 1998. Film ini juga meraih penghargaan Animation of the Year di acara Penghargaan Japan Academy Prize ke-43, serta Social Impact Award di Festival Media Jepang ke-23.

    So far sih, Tenki no Ko emang anime yang keren. Ceritanya yang simpel, Heroine yang lucu tapi naif, dan tak lupa grafis yang gokil membuat film ini wajib untuk ditonton. Buat wibu yang demen anime tapi plotnya ga gitu aja, berarti Tenki no Ko bakalan cocok banget.

  • Aoarashi Blue Glitter dan Grisaia Chronos Rebellion

    Aoarashi Blue Glitter dan Grisaia Chronos Rebellion

    Majalah bulanan Bushiroad menerbitkan bab terakhir dari Butai Shōjo Kageki Revue Starlight LIVE Aoarashi Blue Glitter dan Grisaia: Chronos Rebellion Dead Stock! manga pada hari Jumat.

    Tsubaki Ayasugi telah meluncurkan adaptasi manga dari Butai Shōjo Kageki Revue Starlight LIVE Aoarashi Blue Glitter pada Revue Shōjo☆Kageki Revue Starlight di Monthly Bushiroad pada bulan April 2021 yang lalu. Volume pertama manganya telah di kirimkan pada 8 Februari.

    Ayasugi sebelumnya telah menggambar Butai Shōjo Kageki Revue Starlight Show Must Go On, yaitu sebuah adaptasi dari drama panggung pertama, di Monthly Bushiroad pada tahun 2018 silam. Manga ini memiliki dua volume. Ayasugi juga menggambar Butai Shōjo Kageki Revue Starlight The LIVE #2 Transition, sebuah adaptasi dari drama kedua, di majalah yang sama yaitu Bushiroad pada tahun 2019 yang lalu. Manga ini juga memiliki dua volume.

    Bushiroad mengumumkan waralaba pada April 2017 dengan proyek musikal panggung dan anime televisi. Musikal pertama Shōjo☆Kageki Revue Starlight The LIVE, di gadang-gadang sebagai “konser musik dan live” di tayangkan di Tokyo pada September 2017. Serial anime televisi 12 episode di tayangkan perdana pada Juli 2018. Sentai Filmworks menyiarkan serial ini di HIDIVE dengan Subtitle bahasa Inggris dan dub bahasa Inggris. Waralaba ini juga menginspirasi mini anime baru berjudul Shōjo☆Konto All Starlight (Girl Comedy Skit All Starlight), yang tayang perdana pada Juli 2019. Film kompilasi Shōjo☆Kageki Revue Starlight Rondo Rondo Rondo di buka pada Agustus 2020, dan Shōjo Kageki Revue Starlight film di buka pada Juni 2021.

    Tsuchii (Girls und Panzer: Little Army, Girls und Panzer: Little Army II) meluncurkan Grisaia: Chronos Rebellion Dead Stock! manga pada November 2020. Volume pertama dan kedua manga akan dikirimkan pada 27 Juni.

    Manga ini adalah spin-off dari game smartphone Grisaia: Chronos Rebellion dari Frontwing yang mengikuti kehidupan sehari-hari karakter kelas-D di dalam game.

  • Isekai Wa Smartphone Mendapatkan Season 2!

    Isekai Wa Smartphone Mendapatkan Season 2!

    Situs resmi untuk anime televisi dari serial novel ringan In Another World With My Smartphone (Isekai wa Smartphone to Tomo ni.) karya Patora Fuyuhara mengumumkan pada hari Jumat yang lalu bahwa anime tersebut mendapatkan Season ke-2. Situs web resminya juga memposting ilustrasi dari ilustrator novel ringan Eiji Usatsuka untuk memperingati pengumuman tersebut.

    Isekai wa smartphone awalnya telah tayang perdana pada Juli 2017 dan tayang sebanyak 12 episode. Saat sedang mengalirkan serinya, Crunchyroll menyediakan subtitle bahasa Inggris untuk di tayangkan di Jepang dan Funimation memberikan dub Inggris.

    Takeyuki Yanase (Himegoto, Onsen Yōsei Hakone-chan) menyutradarai anime di Production Reed. Natsuko Takahashi (My Love Story!!) mengawasi dan menulis skrip seri. Toshihide Masudate (Papillon Rose), Masahiro Sekiguchi (kepala animasi Rainbow Days), dan Miyako Nishida (Rainbow Days) semuanya di kreditkan sebagai desainer karakter dan kepala animasi utama.

    J-Novel Club merilis seri novel dalam bahasa Inggris, dan menggambarkan ceritanya:

    Mochizuki Touya, seorang pemuda berusia 15 tahun menemukan dirinya berhadapan dengan dewa. “Saya takut untuk mengatakan bahwa saya telah membuat sedikit kesalahan…” keluh orang tua bodoh itu. Tapi semuanya tidak hilang! Dewa berkata bahwa dia dapat mereinkarnasi Touya ke isekai. Dan sebagai tambahan, ida juga dapat membawa smartphone-nya ke dunia isekai tersebut. Dia memulai perjalanan yang penuh keajaiban saat dia tanpa sadar melakukan perjalanan dari satu tempat ke tempat lain, mengikuti tujuan apa pun yang menarik minatnya. Tirai terangkat pada kisah epik pedang, sihir, dan aplikasi smartphone!


    Fuyuhara meluncurkan seri In Another World With My Smartphone pada tahun 2013 di situs web “Shōsetsuka ni Narō”, dan label Novel Hobby Japan menerbitkan novel dalam bentuk cetakan dengan ilustrasi yang di buat oleh oleh Eiji Usatsuka. Soto meluncurkan adaptasi manga pada tahun 2016, dan Yen Press merilis manga dalam bahasa Inggris.

  • Fujiko A. Fujio Dikabarkan Meninggal Dunia

    Fujiko A. Fujio Dikabarkan Meninggal Dunia

    Fujiko A. Fujio, seorang seniman manga populer Jepang yang di kenal dengan karya buatan “Ninja Hattori-kun” dan “Doraemon,” telah meninggal di rumahnya di perefektur Kawasaki dekat Tokyo, kata polisi Kamis. Fujiko A. Fujio berusia 88 tahun.

    Fujiko A. Fujio sangat terkenal dengan karya-karya seperti “Kaibutsu-kun” (“The Monster Kid”), yang juga telah di buat menjadi serial anime yang tersedia di beberapa negara asing. “The Laughing Salesman” ditampilkan di raksasa streaming video Netflix.

    Fujiko A. Fujio, yang bernama asli Motoo Abiko, bekerja dengan teman masa kecilnya Fujiko F. Fujio alias Hiroshi Fujimoto, mendiang pencipta serial kartun terkenal “Doraemon.” Duo ini menggunakan nama Fujiko Fujio dalam kemitraan yang kemudian di bubarkan.

    https://youtu.be/00RP_IbDLoE

  • Film Black Clover Dikabarkan Rilis Pada Tahun 2023

    Film Black Clover Dikabarkan Rilis Pada Tahun 2023

    Pada hari senin lalu Shonen Jump mengabarkan bahwa film anime Black Clover akan di rilis pada tahun 2023. Pembuat manga Yūki Tabata juga akan menjabat sebagai kepala pengawas dan juga sebagai perancang karakter original karakter Black Clover ini.

    Staf film Black Clover memperlihatkan sebuah visual yang menampilkan Asta (gambar di kanan) pada Maret 2021, dan kemudian mereka juga akan memperlihatkan visual karakter Yuno pada bulan Desember mendatang.

    Yuki Tabata sebagai pembuat Black Clover, merilis manga ciptaanya di Weekly Shonen Jump pada Februari 2015 silam. Viz Media sebagai penerbit juga menerbitkan manga Black Clover secara digital dan juga secara print, dan MANGA Shueisha juga ikut menerbitkan manga ini secara digital.

    Adaptasi anime yang berasal dari manga ini mulai di tayangkan pertama di Jepang pada bulan Oktober 2017 silam. Awalnya anime ini terdaftar dengan total 51 episode, tetapi mulai berlanjut kembali ke episode 52 pada bulan Oktober 2018. Dan setelah itu berlanjut kembali ke season baru pada Oktober 2019. Anime ini telah menayangkan Episode ke-170 sebagai episode terakhir mereka pada bulan Maret 2021.

    Crunchyroll juga menyiarkan serial Anime ini ke dalam bahasa Jepang dengan subtitle bahasa Inggris, dan Funimation juga menyiarkan anime Black Clover dengan dub inggris. Anime ini juga memulai debutnya di Tonami Adult Swim pada Desember 2017.

    Dan terakhir video promosional untuk merayakan ulang tahun ke-7 manga ini juga telah di tambahkan pada video movie di atas.

    Sumber : animenewsnetwork

  • Tate no Yuusha Season 2 Segera Tayang Bulan April!

    Tate no Yuusha Season 2 Segera Tayang Bulan April!

    Situs resmi Tate no Yuusha Season 2, telah mengumumkan pemutaran perdana anime ini pada tanggal 6 April hari kamis mendatang.

    Anime ini juga di kabarkan akan tayang perdana di saluran AT-X pada hari Rabu, 6 April pukul 10:00 malam. Dan juga akan di tayangkan di saluran TV lain seperti Tokyo MX, KBS Kyoto, TV Aichi, Sun TV dan BS11. Kana Hanazawa juga telah di kabarkan akan menjadi pengisi suara dari Ost Horai (オスト=ホウライ, Osuto Hōrai).

    Masato Jinbo (Chaos;Child, Fate/kaleid liner Prisma Illya 2wei Herz!) akan kembali menyutradarai musim kedua dari DR MOVIE, menggantikan Takao Abo. Keigo Koyanagi (Regalia: The Three Sacred Stars) juga kembali bertanggung jawab atas komposisi seri. Masahiro Suwa (sutradara animasi Chaika the Coffin Princess) kembali mengadaptasi desain karakter asli Seira Minami untuk anime Tate no Yuusha. Kevin Penkin juga sekali lagi kembali di panggil untuk menggubah musik Tate no Yuusha

    MADKID juga akan membawakan lagu tema pembuka “Bring Back,” dan Chiai Fujikawa akan membawakan lagu tema penutup “Yuzurenai.”

    Anime ini awalnya di jadwalkan untuk tayang perdana pada bulan Oktober 2021, dengan Crunchyroll juga di jadwalkan untuk mengalirkan anime bersamaan dengan penayangannya di Jepang. Sebelumnya Crunchyroll telah mengumumkan pada tahun 2019 bahwa anime Tate no Yuusha Season 2 akan memiliki musim kedua dan ketiga.

    One Peace Books juga merilis seri novel asli dan adaptasi manga Aiya Kyū(Author Tate no Yuusha) dalam bahasa Inggris. Penerbit menjelaskan volume pertama novel ini:

    Naofumi Iwatani, seorang otaku yang tidak karismatik menghabiskan hari-harinya dengan game dan manga, tiba-tiba menemukan dirinya di panggil ke alam semesta paralel! Dia menemukan bahwa dirinya adalah salah satu dari empat pahlawan dan bertugas menyelamatkan dunia dari kehancuran yang dinubuatkan. Sebagai Pahlawan Perisai, semuanya tidak seperti yang ia rencanakan. Naofumi tidak punya uang, dan di khianati. Tanpa seorang teman dia hanya memiliki perisainya.

  • Mushoku Tensei Season 2 Telah Dikonfirmasi!

    Mushoku Tensei Season 2 Telah Dikonfirmasi!

    Mushoku Tensei season 2 baru-baru ini telah resmi di umumkan. Perjalanan Rudeus bersama teman petualangannya menjelajahi benua-benua iblis masih terus akan berlanjut.

    Sungguh kabar gembira untuk para fans yang tidak sabar menunggu kelanjutan Mushoku Tensei: Jobless Reincarnation. Anime ini digadang-gadang telah memasuki tahap produksi yang di kutip dari AnimeNewsNetwork.

    Hal ini di sampaikan dalam sebuah screening Mushoku Tensei untuk episode yang akan datang dan hanya berfokus pada karakter Eris. Pada saat yang bersamaan, Anime ini juga mendapatkan season ke-2 nya.

    Berita baru ini tentu saja membuat para fans Mushoku Tensei menjadi sangat lega karena telah mendapat kepastian.

    Walaupun demikian, pihak officialnya masih belom menggungkap lanjutan informasi mengenai Mushoku Tensei Season 2 ini.

    Jika kita berbicara tentang anime Mushoku Tensei: Jobless Reincarnation, anime ini merupakan salah satu anime isekai terbaik yang di adaptasi dari LightNovel/Novel Ringan karya Rifujin na Magonote, dan Mushoku Tensei merupakan karyanya yang di angkat pertama kali ke layar TV pada awal tahun 2021.

    Rifujin na Magonote

    Karena mendapatkan respons yang sangat baik dari para fans, Mushoku Tensei: Jobless Reincarnation kembali melanjutkan perjalanannya ke season selanjutnya. Hanya saja, anime ini sempat mengalami penundaan pada bulan Oktober lalu.

    Buat kalian yang sudah rindu dengan perjalanan Rudeus dan teman perjalanannya, tidak perlu khawatir karena Mushoku Tensei: Jobless Reincarnation akan mendapatkan episode spesial sebelum kerilisan season selanjutnya.

    Di kabarkan bahwa anime ini akan rilis pada tanggal 15 Maret 2022. Penonton akan di suguhkan cerita baru dari Eris serta time skip yang membuat cerita Jobless Reincarnation ini menjadi berbeda.

    Jika kalian ingin menonton Mushoku Tensei: Jobless reincarnation, kalian dapat menontonnya di platform streaming legal dan resmi seperti Channel Youtube Muse Indonesia, WeTV dan IQIYi lengkap beserta dengan subtitlenya.